Sabtu, 09 November 2024

TAYAMUM MENGGUNAKAN AIR AQUARIUM?

 Deskripsi Masalah

Kang Tio adalah seorang yang suka memelihara ikan. Dirumahnya terdapat suatu aquarium yang berisi ikan, yang mana airnya memungkinkan untuk  digunakan berwudhu. Akan tetapi aquarium tersebut terkunci dan hanya bisa dibuka dengan memecahkan aquariumnya.  Dirumah. Kang Tio tidak mempunyai akses pengairan air yang bagus,sampai sampai Kang Tio kehabisan air

Permasalahan Masalah

  • Apakah Kang Tio boleh melakukan tayamum karna tidak adanya air?

Penyelesaian

Kang Tio boleh melakukan tayamum dengan sebab khawatir kehilangan hartanya yang berupa aquarium yang mahal, dan dengan sebab untuk kehidupan hewan yang dimulyakan (ikan)

Refrensi :

 فتح الوهب ص ٢٧

" و " ثاني الأسباب " حاجته " إليه " لعطش " حيوان " محترم ولو " كانت حاجته إليه لذلك " مآلا " أي فيه أي في المستقبل صونا للروح أو غيرها عن التلف فيتيمم مع وجوده ولا يكلف الطهر به ثم جمعه وشربه لغير دابة لأنه مستقذر عادة وخرج بالمحترم غيره كما مر والعطش المبيح للتيمم معتبر بالخوف المعتبر في السبب الآتي وللعطشان أخذ الماء من مالكه قهرا ببدله إن لم يبذله له..



Refrensi :

توشح علي بن قاسم ص ٦٨

وخاف لو قصده اى الماء على نفسه او نفس غيره من سبع او عدو او على ماله غير المال الذي يجب بذله في ماء الطهارة ان كان يحصله بلا عوض من سارق او غاصب بخلاف مال غيره الذي لا يلزمه الذب عنه وبخلاف اختصاص فانه لا يشترط الامن من ذلك او خاف انقطاعا الرفقة



NB : Status dari harta yang bisa dijadikan alasaan untuk bertayamum adalah harta yang sejak awal dialokasikan untuk thoharoh


Jumat, 08 November 2024

DUDUKNYA ORANG SHOLAT GARA GARA MALAS




Permasalahan masalah

  • Apakah orang yang malas sehingga ia tidak bisa khusyuk boleh duduk di dalam sholat fardlu?

Penyelesaian masalah

  • Tidak boleh, karena dibolehkannya duduk dalam sholat fardlu hanya jika terdapat masyaqqoh, dengan syarat masyaqqohnya tidak bisa di terima secara ‘urf (kebiasaan), sedangkan malas tidak bisa di anggap sebagai hal tersebu, sekalipun hal itu bisa menghilangkan kekhusyukan.

Refrensi  :


 ◘  فتح المعين بشرح قرة العين

وثالثها: قيام قادر عليه بنفسه أو بغيره في فرض ولو منذورا أو معادا.ويحصل القيام بنصب فقار ظهره أي عظامه التي هي مفاصله ولو باستناد إلى شيء بحيث لو زال لسقط. ويكره الاستناد لا بانحناء إن كان أقرب إلى أقل الركوع إن لم يعجز عن تمام الانتصاب. ولعاجز شق عليه قيام بأن لحقه به مشقة شديدة بحيث لا تحتمل عادة. وضبطها الإمام بأن تكون بحيث يذهب معها خشوعه. صلاة قاعدا كراكب سفينة خاف نحو دوران رأس إن قام وسلس لا يستمسك حدثه إلا بالقعود. وينحني القاعد للركوع بحيث تحاذي جبهته ما قدام ركبتيه.

البيان

[باب صلاة المريض]

إذا عجز عن القيام جاز له أن يصلي الفرض قاعدًا؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ} [آل عمران: 191] [آل عمران: 191] . قيل في التفسير: (قيامًا) إذا قدروا عليه، و (قعودًا) إذا لم يستطيعوا القيام، و (على جنوبهم) إذا لم يقدروا على الجلوس. وروي «عن عمران بن الحصين: أنه قال: كان بي بواسير، فسألت النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عن الصلاة، فقال: "صل قائمًا، فإن لم تستطع فجالسًا، فإن لم تستطع فعلى جنب» . وروى أنس: «أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - سقط من راحلته، فجحش شقه الأيمن، فصلى قاعدًا، وصلى الناس معه قعودًا» . والعجز الذي يجوز له ترك القيام: إما أن يكون زمنًا لا يستطيع القيام أصلًا، أو يكون صحيحًا، إلا أنه لا يستطيع القيام إلا بتحمل مشقة شديدة، أو يخاف تأثيرًا ظاهرًا في العلة؛ لأن كل عبادة لم يقدر على فعلها إلا بمشقة شديدة جاز له تركها إلى بدلها؛ لأجل المشقة، كالمسافر في شهر رمضان: له أن يفطر وإن كان يقدر على الصيام لو تحمل المشقة.


Minggu, 03 November 2024

Memahami Hadis tentang Karakter Munafik

 




Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al-As r.a. menyampaikan peringatan penting mengenai karakteristik munafik. Dalam hadis ini, Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan empat sifat yang jika ada dalam diri seseorang, maka ia dianggap sebagai munafik yang sejati. Jika hanya satu sifat dari empat tersebut yang ada, maka itu adalah tanda adanya kemunafikan dalam diri individu tersebut hingga ia meninggalkannya. Keempat sifat tersebut adalah:

  1. Khianat ketika diberi amanah: Seseorang yang khianat terhadap amanah tidak dapat diandalkan. Amanah merupakan salah satu pilar dalam Islam, dan pengkhianatan adalah tindakan tercela.

  2. Bohong saat berbicara: Kebohongan merusak kepercayaan dan integritas. Dalam hubungan sosial maupun profesional, kejujuran adalah fondasi yang sangat penting.

  3. Pengkhianatan dalam perjanjian: Menjalin suatu perjanjian atau janji adalah komitmen yang harus dihormati. Mengingkari janji menunjukkan rendahnya nilai moral seseorang.

  4. Bersikap agresif saat berdebat: Ketika berdebat, sikap yang baik dan penuh hormat sangat diperlukan. Bersikap kasar atau tidak beretika dalam berdebat mencerminkan karakter yang buruk.

Hadis ini menekankan pentingnya memiliki akhlak yang baik dan menjauhi sifat-sifat tercela agar kita tidak terjatuh dalam kemunafikan.

Hadis tentang Perintah untuk Menepati Janji

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Jabir r.a., terdapat kisah tentang Nabi Muhammad ﷺ yang berjanji untuk memberikan harta kepada Jabir. Meskipun harta tersebut tidak datang hingga Nabi ﷺ wafat, Abu Bakar r.a. memenuhi janji tersebut dengan memberikan kepada Jabir sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Nabi ﷺ. Ini menunjukkan pentingnya menepati janji dan komitmen, serta bagaimana para sahabat Nabi ﷺ memahami dan mengamalkan ajaran beliau.

Menggali Makna dari Ayat Al-Qur'an

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

  • "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (Q.S. Ar-Ra'd: 11). Ayat ini menegaskan bahwa perubahan yang positif harus dimulai dari diri sendiri.

  • "Dan janganlah kamu seperti seorang wanita yang menguraikan benangnya setelah ia kuat" (Q.S. An-Nahl: 92). Ini mengingatkan kita untuk konsisten dalam kebaikan dan tidak mudah terpengaruh untuk kembali kepada keburukan.

  • "Dan tidaklah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui" (Q.S. Az-Zumar: 9). Pengetahuan dan kesadaran akan ajaran agama sangat penting untuk membangun karakter yang baik.

Kesimpulan

Hadis dan ayat-ayat di atas mengajak kita untuk introspeksi dan berusaha menghindari sifat-sifat munafik. Penting untuk membangun karakter yang baik serta menjaga komitmen dan amanah dalam setiap aspek kehidupan. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menerapkan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari.